Selasa, 25 September 2012

Keburukan Dari Narsisme (Mencintai-Mengagumi Diri Sendiri)






















Berpose sambil diabadikan dengan beberapa kali jepretan memakai telepon genggam berkamera. “Hari gini kagak narsis, ke laut saja yang jauh!” tukasnya sambil tertawa cekikikan. Sebentar kemudian, sibuk mengunduh aneka pose tersebut ke beberapa situ jejaring sosial miliknya lengkap dengan kalimat. “Narsis habis biar lebih ngeksis,” celetuknya.
Menurut psikolog Retno Pudjiati, kata narsis berasal dari cerita Yunani. Yaitu, tentang seorang pemuda bernama Narcissus yang kabarnya sangat sangat ganteng dan suka memuji dirinya sendiri. Si Narcissus ini selalu menolak cinta banyak gadis dan dikenal sebagai pemuda yang tak gampang kena tunduk rayu beracun para wanita. Hingga suatu saat, dia menolak cinta Echo dan membuatnya patah hati. dalam keadaan patah hati inilah kabarnya Echo bersumpah serap dan mengutuk Narcissus hanya jatuh cinta pada bayangannya sendiri di air kolam. “Cerita tersebut menjadi salah satu pembenaran tentang arti narsis,” ujarnya.
Retno menuturkan narsisme dianggap sebagai suatu perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Biasanya, orang seperti ini selalu tidak percaya diri berada di depan umum. Namun anehnya, mereka ini suka menunjukkan koleksi gambar atau foto-fotonya sendiri didepan umum dan bahkan pada gambar atau foto tersebut sering menampilkan sisi kemolekan dari tubuh si empunya, terlepas dari indah atau tidaknya bentuk tubuh mereka. “Para narsisme ini sering memperlakukan diri sebagai model dan sering sekali mendapatkan pujian. Nah, hal inilah yang menyebabkan mereka merasa percaya diri hingga akhirnya berlebihan.”
Pada Buku DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders – Fourth Edition) yang mengatakan individu dapat dianggap mengalami gangguan kepribadian narsissistik bila ia sekurang-kurangnya memiliki lima dari sembilan ciri kepribadian sebagai berikut:
  1. Grandiose view of one’s importance, arrogance : Yaitu merasa diri paling hebat namun seringkali tidak sesuai dengan potensi atau kompetensi yang dimiliki dan ia senang memamerkan apa yang dimiliki termasuk gelar (prestasi) dan harta benda.
  2. Preoccupation with one’s success, beauty, brilliance : Dipenuhi dengan fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kepintaran, kecantikan atau cinta sejati.
  3. Extreme need of admiration : yang berarti memiliki kebutuhan yang eksesif untuk dikagumi.
  4. Strong sense of entitlement : atau merasa layak untuk diperlakukan secara istimewa dan merasa orang lain harus mau berkorban buat dirinya.
  5. Lacks of empathy : atau kurang empati atau senang bila orang lain lebih menderita dari dirinya.
  6. Tendency to exploit others : yaitu mengeksploitasi hubungan interpersonal.
  7. Envy of others : yang berarti seringkali memiliki rasa iri pada orang lain atau menganggap bahwa orang lain iri kepadanya.
  8. Shows arrogant, haughty behavior or attitudes : disimpulkan sebagai sikap angkuh dan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain.
  9. Believe that she or he is special and unique : yang berarati percaya bahwa dirinya adalah spesial dan unik.
“Lucunya ketika dihadapkan pada orang lain yang sukses, mereka (para narsisme) ini bisa merasa sangat iri hati dan arogan dan akan melakukan segala daya upaya untuk meghancurkan kesuksesan orang lain tersebut tidak peduli sah atau illegal atau dengan menfitnah, menurut mereka all is fair in war and love. Dan karena mereka sering tidak mampu mewujudkan harapan harapannya sendiri, mereka sering merasa depresi,” demikian kutipan penjelasan yang terangkum pada buku Abnormal Psychology.

Psikopat



















Kenali Perilaku Psikopat

Maraknya kasus pembunuh berdarah dingin bahkan pembunuh nekat akhir-akhir ini memang membuat kita giris, gamang, dan bahkan mungkin saja dilanda kecemasan dan kecurigaan berlanjut.
Kondisi ini menggiring kita untuk mencermati keberadaan berbagai penyimpangan perilaku manusia.
Psikopat adalah pribadi yang berperilaku antisosial, perilakunya didominasi oleh kehendak sendiri yang sangat impulsif.
Beberapa pakar berpendapat, orang psikopat mengalami luka bawaan pada struktur pusat berpikir dari otaknya sehingga aspek kepribadiannya secara menyeluruh berbasis emosi/feeling sehingga menjadi kurang utuh. Psikopat sangat ahli dalam hal emosi/feeling baik dalam mengatur emosinya maupun memanipulasi emosi orang lain. Dinyatakan pula akan keberadaan poreus (lubang) yang tidak terisi dalam struktur kepribadiannya (Glasser).
Perilaku seorang psikopat antara lain:
(1). Hanya mampu memahami etika, norma dan agama yang berlaku dalam tataran verbal, tetapi tidak mampu menerapkannya dalam perilaku. Mereka umumnya senang berdebat. Maunya hidup nikmat tanpa kerja keras dan menginginkan segala sesuatu secara instan. Untuk itu segala cara dihalalkan. Mereka umumnya memakai kedok agama (sangat senang belajar agama) sebagai alat agar disukai, dianggap baik dan membuat orang lengah.
Bagi psikopat yang agresif, kalau perlu membunuh pun tidak masalah baginya, asalkan keinginan hidup nikmatnya tercapai segera.
(2) Biasanya ia adalah seorang yang luas dalam pergaulan, memiliki banyak teman, pandai bergaul, dan memiliki rasa humor yang baik sehingga lingkungan mudah tertarik kepadanya. Selain itu, kemampuan relasinya pun baik.
(3) Tujuan hidup adalah melulu ditandai oleh pencarian kenikmatan, jadi sama sekali tidak mempertimbangkan hari esok. Mereka umumnya senang bersenang-senang, mereka secara rutin mengambil liburan, jalan-jalan atau pergi ke tempat hiburan seperti taman kota, luar kota, mall, cafe, diskotik atau lain lain. Falsafah hidupnya adalah yang penting saya senang dan tidak memikirkan akibat kesenangannya tersebut pada orang lain.
Apabila ia tidak merasa nyaman baik secara psikologis, emosi ataupun fisik, ia dapat marah menjadi-jadi dan mengeluarkan kata-kata kasar namun segera setelah ia menyadari itu, ia akan berlaku sangat manis.
(4) Pada awalnya orang psikopat adalah pribadi yang sangat menarik sehingga orang cepat suka kepadanya, dengan demikian orang yang termanipulasi pun pada awalnya sering kurang menyadari.
(5) Kecuali itu, dengan cepat pula, ia mampu melakukan rasionalisasi demi upaya pembenaran dirinya dan meyakinkan lingkungan ia melemparkan kesalahan kepada orang lain. Jarang sekali ia merasa bersalah, menyesal. Ia selalu menyalahkan orang lain terhadap kejadian buruk yang menimpa dirinya.
(6) Seburuk apa pun perilakunya, tidak akan mengubah ekspresi wajahnya tetapi ia juga pandai bermain sandiwara seperti pura-pura menangis, memelas dsb.
(7) Hukuman apa pun yang diberlakukan tidak pernah membuatnya jera sehingga tanpa rasa segan dia akan mengulang perilaku buruknya di kemudian hari.

Psikopat Ditempat Kerja

Dr. John Clarke, yang bertahun-tahun menjadi psikolog kriminal, mengingat hari di mana dia seketika sadar bahwa ada sejumlah psikopat di jutaan kantor di seluruh dunia.
“Saya sedang menyampaikan kuliah psikologi kejahatan dan memberikan daftar ciri psikopat. Saat selesai, seorang perempuan menghampiri dan berkata `anda baru saja menggambarkan bos saya`,” katanya kepada Kantor Berita Jerman (DPA).
Clarke menemukan bahwa psikopat tidak hanya ada di penjara, di ruang sidang pengadilan, atau pada kisah “thriller”. Psikopat, baik laki-laki maupun perempuan, sedang berencana licik di tempat kerja, di seluruh dunia.
Penelitian menyatakan bahwa lima persen populasi orang dewasa yang bekerja adalah psikopat di tempat kerjanya.
Psikopat seperti itu ada di kantor besar maupun kecil, dari ruang kerja office boy, staff sampai ada di ruang rapat dewan maupun di lantai-lantai toko.
Di sanalah, menurut Clarke, mereka bersembunyi; lewat berbohong, mencurangi, mencuri, memanipulasi lewat ketrampilan sosial mereka yang tinggi, mengorbankan dan menghancurkan para rekan kerja, serta kesemuanya tanpa rasa salah maupun penyesalan.
Seorang profesor belanda pakar psikologi, Corine de Ruiter menjelaskan bahwa para pelaku psikopat ini memiliki sifat anti sosial yaitu: tidak peduli mana yang benar dan salah serta memiliki kecendrungan untuk melakukan kekerasan., tidak punya empati, tidak punya rasa bersalah, suka memanipulasi, suka melanggar janji dan perkataanya sendiri dan narsis. Anti sosial disini bukan berarti tidak suka bergaul karena menurut Profesior Corine de Ruiter para psikopat ini biasanya sangat pandai dan senang melontarkan humor yang mampu membuat orang lain tertawa, menawan dan sangat sopan.
Lebih buruk lagi, ia menilai, mereka yang disebut organisasional psikopat, berkembang pesat di dunia bisnis, di mana kezaliman dan nafsu mereka tidak saja mereka salah-artikan sebagai ambisi dan keterampilan memimpin, namun juga sebagai sesuatu yang dihargai melalui promosi, bonus dan kenaikan upah.
“Ambil contoh iklan lowongan kerja. Iklan itu, misalnya, menyebut `anda tahu anda adalah yang terbaik, berbeda dan unik, anda mampu mempengaruhi orang, suka bergaul`. Ini jenis pernyataan yang menarik bagi banyak orang, teristimewa lagi untuk psikopat,” katanya.
Dalam wawancara rekrutmen, psikopat tampil mempersona dan tahu kapan harus tersenyum manis untuk memenangkan hati pewawancara sebagai orang yang cocok untuk lowongan itu.
“Mereka adalah pembicara yang sangat bagus dan kadang mengarang riwayat hidupnya, sehingga pewawancara terperdaya. Mereka terlihat mempersona, cerdas dan piawai, tapi jika anda sedikit saja gali lebih dalam, anda akan tahu seperti apa mereka sebenarnya,” kata Clarke.
Psikopat tempat kerja akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kekuasaan, status dan upah yang mereka inginkan.
“Mereka berpikir layaknya psikopat kriminal. Mereka berusaha sekeras-kerasnya demi mereka sendiri. Perbedaan keduanya adalah, psikopat kriminal menghancurkan korban secara fisik, sedangkan psikopat tempat kerja menghancurkan korbannya secara psikologis,” ujarnya.
Menurut Clarke, psikopat tempat kerja dapat diketahui dari pola perilaku dan ciri kepribadian di bawah ini:
  • Tanpa dosa : Psikopat tempat kerja tidak menyesali berapapun yang mereka jadikan korban, mereka tusuk dari belakang atau yang hasil kerjanya mereka curi.
  • Mempesona : Mereka adalah pembicara yang sangat bagus. Mereka lebih suka berhadapan empat mata, meskipun tidak takut rapat kelompok.
  • Manipulatif : Mereka memangsa berbagai kelemahan orang. Mereka sangat pandai beradaptasi dengan orang lain, tahu bilamana harus tampil percaya diri atau kurang percaya diri, kapan harus kelihatan bodoh, kapan harus tersenyum.
  • Parasitis : Mereka mencari penghargaan dari hasil kerja orang lain.
  • Pembohong yang patologis : Psikopat tempat kerja bukan pembohong ulung. Namun, jika mereka ketahuan, mereka dapat berdalih untuk menemukan selamat. Drama queen itulah mereka.
  • Tak menentu : Psikopat hanya punya emosi pokok (senang, sedih, marah). Mereka pada umumnya pandai menyembunyikan emosi mereka, dapat tersenyum bila sedih ataupun pura-pura menangis.
Psikopat tempat kerja mencari pertemanan dengan orang yang punya kedudukan lebih tinggi agar dapat melindungi mereka. Mereka tidak segan-segan menukar tubuh mereka agar mereka mendapat apa yang mereka inginkan.
Mereka akan merongrong sekaligus berteman dengan bos dan berusaha meniti kedudukan di perusahaan.
Mereka yang diincar psikopat akan menerima akibat yang menghancurkan.
Clarke mengatakan, ada dua senjata yang biasa mereka pakai yaitu: pendidikan dan kerjasama tim/pertemanan.
Dalam situasi di mana majikan tidak bertindak, maka Clarke menyarankan, korban sebaiknya pindah kerja. Mengapa? Oleh karena, korban tidak bisa mengubah seorang psikopat, dan proses rehabilitasi hanya akan memperparah mereka. Mereka akan mengejar sampai kemanapun untuk menghukum orang-orang yang berani melaporkan mereka.
“Mereka tidak peduli. Mereka tidak berpikir dirinya adalah psikopat bahkan beberapa dari mereka sangat religius dan bersembunyi dibalik agama dan simbol agamanya. Mereka tidak berpikir apa yang sedang dilakukan adalah salah. Mereka hanya berpikir dirinya pintar, selalu ingin membuktikan dirinya pintar, cantik, tampan, bertingkah laku baik dan jika semua orang secerdas mereka, semuanya pun akan melakukan hal serupa,” katanya.
Akhirnya, Clarke pun berpesan: “Mereka akan menggunakan keterampilan sosial mereka, kemampuan mereka menilai orang untuk makin memanipulasi orang demi keuntungan mereka”

Tertangkapnya Keyko Germo Papan Atas














Sekian lama beroperasi sebagai manajer bisnis esek-esek, Yunita alias Keyko dikenal amat berhati-hati. Salah satu kunci kesuksesannya menyelenggarakan bisnis rahasia ini adalah kemampuannya menjaga identitas klien sekaligus perempuan yang bekerja untuknya. Maklum, para wanita yang bekerja untuk Keyko rata-rata punya profesi lain sehari-hari, seperti mahasiswa, perawat, dan pekerja kantoran.
Satu prinsip kehati-hatian yang dipegang Keyko adalah dia nyaris tak pernah bertemu dengan germo dan pelacur di bawah jaringannya sendiri. Semua transaksi dilakukan via BlackBerry Messenger.
Keyko kerap memamerkan koleksi terbaru pelacurnya dengan memajang foto mereka di profil BlackBerry-nya. Ia juga rajin mengirimkan foto ”barang terbaru” kepada para pelanggan. Sebagian foto itu ia simpan di laptopnya. Saat Keyko ditangkap di rumahnya, polisi menemukan foto-foto perempuan panggilan koleksinya. Semua ini, menurut sejumlah penyelidik, ”Akan dijadikan bukti di pengadilan.”
Tiga germo Keyko: Nugroho Tjahjojo alias Dion, Lanny Agustina alias Nonik, dan Gloria Nansiska Maulina, misalnya, tak pernah sama sekali bertatap muka dengan bosnya. Ketiganya ditangkap polisi pada 11 September 2012 lalu dan dipertemukan dengan Keyko di Markas Kepolisian Resor Kota Surabaya. “Mereka hanya berkomunikasi lewat telepon tanpa tatap muka,” kata sumber Tempo.
Terbongkarnya jaringan bisnis seks Yunita alias Keyko bisa dibilang tak sengaja. Awal Agustus lalu, polisi menangkap seorang pelacur muda berusia 16 tahun di sebuah hotel berbintang di Surabaya.
Remaja ini mengaku berasal dari Malang dan datang ke hotel itu untuk melayani permintaan seseorang. Diinterogasi berjam-jam, remaja ini akhirnya buka mulut. “Ternyata dia bagian dari jaringan Nita di Malang,” kata Kepala Unit Kejahatan Umum Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris M.S. Ferry kepada majalah Tempo pekan lalu.
Dari si remaja inilah, polisi mendapat banyak keterangan yang berujung pada penangkapan Keyko di Bali, akhir Agustus 2012 lalu. Kini, dia bersiap untuk duduk di kursi terdakwa. Tuduhan terhadap perempuan ini tak main-main: pemimpin jaringan prostitusi di berbagai kota di Pulau Jawa dan Kalimantan. Kliennya tersebar di sejumlah kota. “Dia juga melayani pesanan PSK untuk ke Papua,” kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Hilman Thayib kepada Tempo, Rabu pekan lalu.
Menurut polisi, Keyko memiliki 2.000 lebih pelacur dalam jaringannya. Para pelacur itu tersebar di berbagai kota: mulai Surabaya, Malang, Semarang, Jakarta, Bandung, hingga Banjarmasin. Dalam mengoperasikan jaringan ini, ia dibantu 50 germo.
7 POLWAN CANTIK UNDERCOVER
Untuk menangkap germo terkenal asal Surabaya, Yunita alias Keyko, Polda Jawa Timur harus bekerja keras. Mereka bahkan sempat menugaskan tujuh polisi wanita untuk menyamar menjadi pelacur, anak buah Keyko.
Mereka bukan polwan sembarangan. “Mereka ini yang paling cantik se-Polda Jatim,” ujar seorang penyidik kepada Majalah Tempo pekan lalu. Dari tujuh polwan yang ditugaskan, hanya satu yang berhasil lolos dan masuk jaringan Keyko.
Keyko rupanya sangat selektif dalam soal ini. Tak sekadar wajah atawa bodi molek yang dipertimbangkan Nita, rekomendasi dari germo atau pelacur lain yang mengenal perempuan itu pun menjadi pertimbangan.
Setelah polisi masuk ke lingkaran Keyko, penyidik lain berusaha memancing Nita keluar dari sarangnya. Caranya, polisi menelepon dan berpura-pura memesan teman kencan. Namun, cara ini kandas karena perempuan itu ternyata memiliki aturan tersendiri untuk memverifikasi kesahihan calon pelanggannya. “Meskipun jumlah pelanggannya banyak, ia sangat mengutamakan prinsip kehati-hatian,” kata Hilman.
Polisi juga ”mengepung” rumah Nita di Jalan Dharmahusada Megah Permai Kavling 29, Surabaya. Polisi berharap bisa menangkap perempuan itu di sana. Namun, rumah itu selalu kosong. “Setiap hari selalu ada beberapa polisi bergantian menunggu di sana,” ujar seorang penjaga kompleks rumah Nita menunjukkan rumah di kavling 29 itu kepada Tempo pekan lalu.
Sebelum terjun ke bisnis esek-esek, Yunita alias Keyko adalah model laris di Surabaya, Jawa Timur. Profesi model ini dia jalani saat awal-awal duduk di bangku kuliah di sebuah perguruan tinggi ternama di Surabaya.
Dunia model ini pula yang membawa Keyko ke gaya hidup glamor. Dia selalu memakai tas dan baju bermerek serta makan dan minum di hotel berbintang.
Seiring dengan berjalannya waktu, Keyko pun mulai merintis agensi modelnya sendiri. Menurut sumber Tempo yang mengaku cukup mengenal Keyko, perubahan mulai terjadi ketika honor model dan pendapatan agensinya tak lagi mendukung gaya hidupnya yang jetset. Dia pun memilih jalan pintas menjadi pelacur. Untuk layanannya yang spesial ini, ia mematok harga tinggi. “Ia laris karena wajahnya manis,” kata sumber Tempo ini.
Para modelnya, seperti juga dirinya, ternyata juga tertarik melayani lelaki hidung belang. Tanpa disangka, bisnis ‘sampingan’ ini ternyata berkembang pesat. Para model yang memiliki fungsi ganda ini senang bekerja sama dengan Keyko. Soalnya, harga jasa yang ditawarkan Keyko ke para klien dianggap masuk akal dan pembagiannya dengan sang model pun memuaskan.
Lebih dari itu, Keyko bisa menjamin identitas para pelanggannya selalu tertutup. Kerahasiaan ini yang membuat bisnisnya, ujar seorang penyelidik kasus ini, jauh mengalahkan bisnis sejenis yang dilakukan oleh “legenda esek-esek Hartono Ayam” di Jakarta pada 1990-an.
“Hartono dulu jaringannya hanya kuat di Jakarta dan hanya memiliki beberapa ratus perempuan, sedangkan ini ribuan…,” ujar sumber Tempo sambil geleng-geleng kepala.
Bisnis esek-esek Keyko sudah amat terkenal di Surabaya. Para lelaki hidung belang tahu persis bagaimana menghubungi perempuan ini dan menyewa jasa hiburannya. Rahasia kesuksesan Keyko adalah kemampuannya menghimpun para perempuan muda dari berbagai profesi untuk menjajakan diri pada klien-klien terpilih.
Pekan lalu, seorang sumber Tempo menunjukkan puluhan file foto koleksi milik Keyko. Dari file itu, tampak bahwa Keyko sangat rapi menyusun daftar ”anak asuh”-nya itu. Setiap file foto diberi nama sesuai dengan nama si pelacur, lokasi, dan tarifnya. Kebanyakan berasal dari Surabaya, Bandung, Malang, dan Semarang. Di sana tercantum tarif mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 15 juta. Seorang penyelidik kepada Tempo menyatakan angka itu juga diakui Keyko saat ia diinterogasi.
Penampilan para perempuan dalam file Keyko itu memang bisa membuat darah pria berdesir. Wajah mereka tak kalah cantik dibanding artis sinetron yang kerap muncul di layar televisi. Rambut terawat segar dan baju yang dikenakan terlihat mewah. Sebagian berpose seperti sengaja menampilkan dada mereka yang busung.
Seorang penyidik telah mengidentifikasi sebagian foto para pelacur itu. Usia mereka 19-23 tahun. Kebanyakan masih berstatus mahasiswa dan karyawan berbagai perusahaan, termasuk bank swasta. Beberapa foto bahkan menunjukkan si pelacur berada di Hollywood dan sedang berada di limusin.
Tempo juga menemukan seorang pelacur yang masih mengenakan baju perawat sebuah rumah sakit di Surabaya. “Jadi, profesi sampingan mereka itu menjual diri dengan masuk jaringan Nita (Yunita atau Keyko),” kata sumber Tempo.
Kepada penyidik, Keyko mengaku tak perlu repot merekrut para pelacur itu. Kebanyakan dari mereka justru menawarkan diri kepada sejumlah germo untuk mencari uang tambahan demi menutupi gaya hidup mewah mereka. Beberapa di antaranya ada yang langsung datang kepada Keyko.
Keberhasilan polisi mengungkap bisnis pelacuran kelas tinggi yang dikelola Keyko kabarnya membuat sejumlah pejabat tinggi di Jawa Timur panas-dingin. Maklum, pelanggan Keyko selama ini ditengarai sebagian merupakan para pejabat.
Sejumlah sumber Tempo membenarkan bahwa pelanggan Keyko berasal dari kalangan atas. Kencan dengan pelacurnya biasa dilakukan di sejumlah hotel mewah di Surabaya, tempat wisata sekitar Malang, atau Denpasar. Kencan itu bisa hanya beberapa jam, sehari, atau berhari-hari. “Pelanggan saya banyak yang pejabat,” kata Keyko kepada wartawan saat jumpa pers di Polrestabes Surabaya, dua pekan lalu.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur dan Surabaya kini gonjang-ganjing lantaran Keyko sempat menyebut nama beberapa anggota Dewan sebagai pelanggannya. Kepada Tempo, seorang polisi bercerita, Keyko juga menyebut nama seorang pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pelanggannya. “Karena itu, beberapa hari setelah Nita (Yunita alias Keyko) ditangkap, ada pejabat yang merayu penyidik agar kasus ini dibuat berakhir damai,” ujarnya.
Jumlah pelanggan Nita, sesuai dengan jumlah koleksi pelacurnya, sangat banyak. Saat ia ditangkap, menurut seorang polisi, puluhan pesan pendek dan pesan BBM masih masuk ke teleponnya. “Isi pesan itu menanyakan apakah dia punya barang baru atau tidak,” ujar polisi tersebut. Polisi pun kini sudah punya daftar siapa saja pelanggan Keyko.
Sebelum ditangkap polisi, Keyko hidup mewah dari penghasilannya sebagai germo papan atas. Penghasilan Keyko sendiri murni berasal dari kutipan jasa anak buahnya. Dia memang mengendalikan semua transaksi sebelum membagi honor untuk perempuan yang bekerja pada jaringannya.
Ketika seorang pelanggan menghubungi Keyko lewat BlackBerry, biasanya si klien sudah memesan siapa perempuan yang dia inginkan. Keyko lantas mengontak germonya sesuai dengan kota tempat pemesan berada. Setelah dipastikan pelacur yang dipesan tersedia, klien diminta mentransfer sejumlah uang ke rekening Bank Central Asia milik Keyko.
Meski berperan sebagai bos, Keyko ternyata hanya mengambil Rp 500 ribu dari setiap transaksi. Sisanya, dia kirim langsung pada pelacur dan germo yang mengatur jaringannya di kota itu. “Setelah ada uang, baru pelacur itu melayani pelanggan,” kata sumber Tempo. Polisi memperkirakan pendapatan Keyko dari ”bisnis” ini per hari tak kurang dari Rp 25 juta.

Senin, 24 September 2012

Antara Tuhan & Che Guevara



















Apa jadinya jika apa yang kita percaya ternyata salah?
Beranikah kita berubah?
















CHE HARTO

Ia meminta namanya ditulis dengan menggunakan nama samaran CHE HARTO. Dari sekian banyak orang yang telah mengubah haluan hidupnya, Che Harto adalah cerita unik. Ia telah mengubah ideologinya.

Dari nama samaran yang ia pilih, kita bisa mulai menebak, perubahan apa kira-kira yang telah ia putuskan bagi hidupnya. Ia telah mengubah haluan ideologi politiknya 180 derajat. Dari aktifis kumal yg rajin menghujat kapitalisme, hingga sekarang berubah menjadi eksekutif berdasi yang bekerja untuk sebuah perusahaan Amerika.

"Saya pernah ikut rapat gelap mahasiswa 8 kota di sebuah desa di jawa tengah. Waktu itu kita sedang menyusun rencana, menggulung rezim Orde Baru," kenang Che Harto. "Situasinya sudah seperti adegan film G 30 S PKI saja, di mana orang-orang komunis sering bertemu secara gelap di rumah-rumah bambu milik petani. Beberapa bulan setelah itu, terjadilah gelombang demo besar-besaran menuntut Soeharto mundur. Dan dia benar-benar mundur," ujarnya di iringi seringai khas kalangan aktifis.

Tentu Che Harto dan 8 kotanya bukan satu-satunya partisan yang membobol kekuatan Orde Baru. Namun, ia jelas berseberangan dengan segala kebijakan kapitalistik Orde Baru. Di kalangan teman-temannya, ia dikenal sangat militan dan seorang yang berbakat menjadi pemimpin.

Semasa menjadi aktifis ia selalu menolak segala bentuk suap agar ia menghentikan kegiatannya. Ia menolak konsumerisme, hedonisme, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan mall dan shopping. Seperti banyak aktifis lainnya, ia mengusung bendera sosialisme kerakyatan dan mengidolakan Che Guevara sebagai patronnya. Buku wajibnya adalah Tetralogi Bumi Manusia dan lebih memilih kepahlawanan Tan Malaka dari pada Soekarno.

Sebelumnya, tidak pernah terbayang di dalam kepalanya akan bekerja melayani negara-negara angkuh pengusung kapitalisme. Kini ia adalah orang yang 100% berubah. Che Harto ini bekerja di belakang meja, mengenakan dasi, dan berbicara dalam bahasa inggris untuk urusan bisnis.

Ia menggunakan handphone Sony Erickson, komunikator Nokia, dan mengendarai Toyota. Makan siang di Tony Roma's, dan melepas penat di Hard Rock Cafe. Teman-temannya nyaris tak mengenalinya lagi. Che Harto yang dulu amat Che Guevara, kini sudah sangat hedonis, konsumtif, dan sangat Amerikanis. Ia bekerja di sebuah perusahaan negara adidaya itu, negara yang dulu dikutuk dan di hujatnya.

Setiap orang yang dulu mengenalnya, jadi bertanya-tanya :
- Kemana aktifis idealis yang dulu selalu berapi-api menentang Amerika itu?
- Kenapa ia bisa berubah sedramatis itu?

Apa kira-kira alasan yang akan dikemukakan eks aktifis mahasiswa yang telah melahap habis buku Di Bawah Bendera Revolusi ini?

Che Harto menjawab, "Di era serba global ini, Che Guevara sudah mati. Pilihannya adalah mengulang romantisme sejarah kelam sosialisme, atau meraih masa depan bersama badut-badut kapitalisme ini," ujarnya berusaha diplomatis.

"Hidup, " ujar Che Harto "adalah sebuah pilihan, " kali ini ia terdengar seperti iklan pasta gigi, "dunia yang kita tinggali ini bukan lagi merupakan himpunan ideologi yang mesti dipertahankan. Hidup seperti perumahan. Kita harus pilih yang terbaik di antara yang baik-baik saja. Jadi, kenapa harus pilih sosialisme yang tak pernah berhasil menjawab tantangan zaman kalau ada pola hidup yang lebih realistis ketimbang idealistis?" ujarnya retorik dengan sisa-sisa bahasa aktifisnya.

DONALD TUKUL

Che Harto tidak sendirian. Ada beberapa contoh lagi aktifis yang sering disebut-sebut idealis akhirnya mengubah ideologi politiknya dalam hidup. Sebutlah namanya Donald Tukul (nama samaran). Mantan aktifis yang gemar menghisap djie sam soe ini pada akhirnya harus pergi ke negara produsen marlboro.

Seusai runtuhnya rezim Soeharto dan tak jelasnya arah pergeseran reformasi, Donald Tukul berangkat ke negeri paman sam unutk mengkais rejeki. Ia bekerja di sebuah pabrik yang mengolah cengkeh menjadi rokok. Bukan sebagai eksekutif, tapi sebagai pegawai yang melakukan pekerjaan monoton (bahasa kasarnya : buruh).

Sebelumnya, Donald Tukul adalah aktifis yang rajin ikut menangani isu hak-hak buruh. Bersama sebuah partai yang memang di kenal rajin membela dan memprovokasi buruh, Donald Tukul mengikat kepalanya dengan kain merah bergambar simbol perjuangan buruh. Pada saat itu Donald Tukul adalah harapan bagi kaum buruh. Kini Donald Tukul tidak bisa berharap banyak selain menjadi buruh di negara yang dulu paling di bencinya.

"Saya meninggalkan apa yang pernah saya percayai di masa silam. Tidak semua orang harus setia pada apa yang di pegang teguh sebelumnya. Apa lagi jika yang di pegang itu adalah sesuatu yang bukan jalan keluar terbaik," ujar Donald Tukul. Ia mengatakan itu dengan penekanan pada kalimat "jalan keluar terbaik". Seolah hendak menyampaikan bahwa yang dia lakukan sekarang ini adalah jalan keluar terbaik. Dan itu berarti bukan memperjuangkan kelas buruh lagi.

"Bekerja sebagai tenaga kerja di Amerika telah berhasil mengangkat taraf hidup keluarga saya menjadi lebih makmur. Tidak ada jalan keluar yang lebih baik dari pada itu. Bukannya saya tidak percaya pada sosialisme, tapi di indonesia kita harus menunggu lebih lama dari waktu hidup kita," ujar Donald Tukul yang lahir tahun 1976 kini telah meluncur di atas Honda Stream dan membeli rumah di perumahan dengan klaster-klaster bernuansa Eropa.

Baik Che Harto dan Donald Tukul mengakui bahwa mereka mengalami cobaan-cobaan yang tidak ringan dimasa-masa awal perubahan ideologinya. Che Harto bukan saja tidak tahu bagaimana cara menggunakan dasi, tapi ia juga tidak mengerti bagaimana caranya harus selalu berorientasi pada penghematan dan keuntungan. Rapat gelap berganti dengan general meeting, jargon-jargon perjuangan berganti dengan jargon-jargon pemasaran.

Sementara Donald Tukul merasa menjadi objek orang orang yang selama ini telah di belanya. Tak ada lagi aksi, yang ada hanya kerja, kerja, kerja!

Che Harto dan Donald Tukul setuju bahwa, "Tak ada perubahan yang mudah. Namun, jika kita percaya pada apa yang kita jalani sesuai hati nurani, semuanya akan menyenangkan," ujar Che Harto dan Donald Tukul kurang lebih sama.

Che Harto dan Donald Tukul adalah secuil kisah orang-orang yang secara dramatis telah mengubah haluan hidup mereka. Mereka mungkin bukan contoh-contoh yang heroik buat orang lain, tapi setidaknya bisa hidup damai dengan mengubah hidupnya dalam sebuah pilihan lain.

Jika benar apa yang di katakan iklan sebuah pasta gigi bahwa "hidup adalah sebuah pilihan", jangan-jangan apa yang kita percayai selama ini harus di pertanyakan lagi, siapa tahu ada pilihan yang lebih baik.

(The Innocent Rebel; Sisi Aneh)


Minggu, 23 September 2012

Syiah Indonesia Berpotensi Seperti Di Yaman

















Serangan kelompok Syiah terhadap Sunni di Yaman Desember lalu menyisakan kekhawatiran tersendiri bagi Farid Achmad Okbah. Pertikaian tersebut juga membawa korban jiwa santri asal Indonesia yang sedang menuntut ilmu di sana. Mungkinkah hal serupa terjadi di tempat-tempat lain yang membuka kesempatan luas terhadap perkembangan Syiah, termasuk Indonesia? Dalam benaknya, tidak mustahil hal tersebut akan terjadi. 

Ustadz Farid, demikian ia biasa disapa, memiliki alasan. Menurutnya, sikap berani Syiah di Yaman tidak semata-mata muncul begitu saja. Kelompok ini pun awalnya berupa pengajian-pengajian biasa dan yayasan, hingga kemudian bermetamorfosis menjadi kekuatan bersenjata. “Tentu saja itu bisa terwujud karena bantuan dari Iran dan Hizbullah di Libanon,” terangnya. 

Pola seperti itu hampir sama dengan yang saat ini berlaku di Indonesia. Dalam pengamatannya, di Indonesia saat ini kelompok Syiah telah memiliki 300 lebih yayasan dan dua ormas, yakni Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) dan Ahlul Bait Indonesia (ABI). Khusus kedua ormas ini, terang Faridz, memiliki kesamaan. “Keduanya sama-sama Rafidhah, yakni tidak mengakui kepemimpinan Abu Bakar, Umar bin Khaththab, dan Utsman bin Affan,” katanya.

Walhasil, tutur Farid, semestinya tokoh-tokoh umat Islam di Indonesia lebih serius mewaspadai gerakan Syiah. Mereka sudah ada di berbagai kalangan, seperti politisi, ulama, tentara, dan intelektual. “Jangan sampai paham mereka memecah belah umat. Sangat jelas penyimpangan-penyimpangan yang ada dalam tubuh Syiah,” papar Farid.

Karena itu, keprihatinan pria kelahiran Bangil, Jawa Timur ini, tidak semata menakut-nakuti. Selain telah banyak mengkaji kitab-kitab tentang penyimpangan Syiah yang ditulis langsung oleh mantan ulama Syiah, ia juga meneliti Syiah secara langsung pada kitab-kitab rujukannya. Hasil dari pengkajian itu, tentu saja tidak ia nikmati sendiri. Sebagai seorang dai, ia kemudian menyebarkan hasil kajiannya itu melalui buku-buku kecil maupun daurah (pelatihan). Dalam bentuk buku, biasanya Farid mengolahnya bersama rekannya, Ustadz Amin Jamaluddin di Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI). Di lembaga yang banyak meneliti aliran-aliran sesat ini, Farid duduk sebagai staf ahli.

Sementara itu, dalam bentuk daurah yang biasanya kerap diadakan di Pesantren Al-Islam Bekasi, Jawa Barat ini, diikuti oleh banyak dai-dai muda dari berbagai daerah. “Bahkan di pesantren-pesantren NU di Jawa Timur pun kita sering mengadakan pelatihan untuk menangkal Syiah,” aku Farid. Ia berharap dengan cara ini umat Islam dapat dengan cepat menangkal pergerakan Syiah di Indonesia. Meski begitu rasa miris tidak dapat ia tutupi. Pasalnya, masih ada ulama yang menjadi pendukung kelompok Syiah.

Awal Desember 2011 lalu, lulusan LIPIA Jakarta ini, berkenan menerima wartawan Majalah Suara Hidayatullah, Ahmad Damanik, Surya Fachrizal, dan fotografer, Muhammad Abdus Syakur, untuk berbincang-bincang seputar Syiah. Wawancara berlangsung di sebuah masjid di kawasan Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat. Berikut petikan wawancaranya. Selamat membaca.*

Syiah-Sunni di Yaman baru saja pecah konflik. Bagaimana Anda menanggapi situasi ini berkaitan dengan perkembangan Syiah di Indonesia?

Saya kira Syiah semakin menunjukkan keasliannya. Itu terlihat pada acara memperingati Asyura di Komplek Halim Perdana Kusuma (Jakarta). Dalam acara itu, orang yang kita kirim menemukan selebaran dan sebuah tabloid yang keduanya mempromosikan Syiah. Di situ juga kita temukan buku bacaan doa dan zikir yang mengandung laknat kepada para Sahabat. Yang saya sesalkan, media milik Dewan Masjid Indonesia juga ikut mempromosikan Syiah.

Belum lagi, pembelokan makna puasa pada 9 dan 10 Muharram yang mereka sebar di masyarakat. Menurut mereka, puasa pada dua hari itu merupakan ajaran Bani Umayah untuk memperingati kematian Husein, cucu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW). Padahal kita, Ahlu Sunnah, menjalankan itu atas dasar Sunnah Rasulullah SAW. Mereka ingin mengatakan bahwa Ahlu Sunnah ini merujuk pada Bani Umayah, sementara Syiah merujuk pada Ahlul Bait.

Bagaimana menurut Anda dengan cara-cara Syiah yang demikian?

Ini menandakan umat Islam sudah kecolongan. Jelas sekali maksudnya mengadu domba. Ajarannya sudah sangat meresahkan, karena sudah menunjukkan permusuhan. Kalau ini dibiarkan, maka akan berkembang seperti Bahrain atau Yaman.

Di Yaman, dulu bentuknya persis sama dengan di Indonesia, yakni majelis taklim, yayasan, dan pengajian. Tapi kemudian ujung-ujungnya mereka angkat senjata. Begitu pula dengan di Bahrain dan Pakistan. 

Tentu itu memerlukan waktu yang lama bagi mereka untuk berlaku demikian?

Betul, tapi memang gerakannya sama. Di samping itu, mereka juga didukung oleh Iran dan Hizbullah di Libanon. Kalau tidak diwaspadai, Syiah di Indonesia bisa menyusul seperti yang di Yaman. Kita bukan bermaksud menakut-nakuti, tetapi itu sudah terbukti.

Secara umum, bagaimana pandangan para tokoh Islam menanggapi Syiah?

Ada sejumlah tokoh kita sepertinya masih ragu-ragu bahwa Syiah di Indonesia itu ekstrim atau Rafidhah. Mereka menganggap Syiah di Indonesia termasuk moderat. Itu keliru banget.

Maksud Anda?

Tidak ada satu pun indikasi yang menyatakan bahwa mereka termasuk Syiah moderat. Buktinya, saat mengadakan hari Asyura, mereka mengeluarkan selebaran yang melaknat para Sahabat. Jadi apa yang dikatakan sebagai Syiah moderat itu hanya omong kosong saja.

Anda mempertanyakan langsung kepada kalangan Syiah?

Akhir November lalu, saya berdialog dengan perwakilan IJABI. Saya pertanyakan, “Kalian Syiah siapa? Mewakili Siapa?”

Anda banyak menelaah buku-buku yang ditulis oleh mantan ulama Syiah. Bagaimana pandangan mereka?

Buku-buku ini kita gunakan jika bicara tentang Syiah, dan ini mengagetkan kelompok IJABI saat kami berdialog. Buku-buku ini ditulis oleh ulama besar Syiah yang sadar. Ada beberapa buku, antara lain yang ditulis oleh Ayatullah ‘Ujma Abu Fadhl Al-Burqai dari Iran. Dia menulis kitab yang membongkar rujukan utama Syiah yang namanya Ushul Kahfi. 

Ada juga kitab dari Ayatullah Syariat Syinkildhi yang mengungkap rahasia penyimpangan Syiah.

Ada juga ulama dari Bahrain namanya Al-Huzaibi menulis kitab yang artinya berjudul “Saya beruntung mendapat para Sahabat, tapi tidak rugi kehilangan Ahlul Bait”.

Apa yang dijelaskan dalam buku-buku tersebut?

Banyak penyimpangan, salah satunya soal jumlah riwayat Hadits Ahlul Bait. Syiah mengaku penghitung Ahlul Bait: Ali RA, Fatimah, Hasan, dan Husein. 

Tapi, saat ulama mengecek dalam kitab Syiah, hanya ada riwayat sebanyak 690 riwayat, itu pun tak ada satu pun dari Fatimah Az-Zahra. Kok sedikit? 

Inilah yang harus dipertanyakan kepada kalangan Syiah. Bisa jadi ini manipulasi orang-orang tertentu sehingga dinisbatkan kepada imam-imam setelahnya. Makanya, kita tidak temukan riwayat Syiah yang mencatat ajaran Ahlul Bait di masa Rasulullah SAW masih hidup atau masa Ali RA yang dicatat oleh imam-imam itu.

Artinya, Syiah ini ajaran yang tidak utuh, hanya comot sana comot sini. Kalau kita bandingkan dengan Ahlus Sunnah, Hadits yang diriwayatkan Ali bin Thalib sebanyak 1.600 buah. Sementara, Hadits yang diriwayatkan Abu Bakar, Umar bin Khaththab, dan Utsman bin Affan ada 1.500 riwayat.

Dan itu bisa dibuktikan dari Musnad Imam Ahmad. Pada juz pertama, Abu Bakar, Utsman, dan Umar. Pada juz kedua semuanya Ali bin Abi Thalib. 

Pertanyaannya siapakah yang paling mengikuti Ahlul Bait? Apakah Ahlus Sunnah atau Syiah? Artinya, mereka mengutip Hadits sesuai kebutuhan mereka?

Iya, sesuai dengan kebutuhan mereka saja. Makanya, banyak ditemukan benturan antara riwayat satu imam dengan imam lainnya. Itu mencapai seribu lebih riwayat yang berbenturan. Ini menunjukkan bahwa Syiah ini bukan dari Ahlul Bait.

Lantas dari mana sumber Ahlul Bait?

Semua ini karangan orang-orang Persia (Iran). Dalam rujukan Syiah, tidak ditemukan pengumpul riwayat dari orang Arab, semuanya dari Persia, seperti, Al-Khulaimi, Al-Majlisi, dan At-Tusi.

Tapi kok diklaim memakai nama Ahlul Bait?

Inilah yang menipu banyak umat Islam Indonesia, karena mereka ini tidak menonjolkan Syiahnya, tapi ditonjolkan Ahlul Baitnya. Sehingga banyak orang yang tidak tahu, akhirnya tertipu dengan ajakan seperti itu.

Apa motifnya?

Politik. Syiah itu muncul akibat dari politik. Tidak lebih dari itu.

Maksudnya?

Politik masa itu sampai sekarang. Dengan gerakan itu mereka ingin menguasai dunia dengan menggunakan mazhab Syiah.

Bagaimana peran Persia sehingga mempunyai pengaruh?

Pada masanya, kekuatan Persia pernah tumbang di masa Umar bin Khaththab. Umar dianggap sebagai bagiaan kekuatan yang menumbangkan Persia. Akhirnya, dirancang pembunuhan Umar yang dilakukan oleh Abu Lu’lu seorang Majusi. Sampai sekarang kuburannya ada di Iran dan diperingati kematiannya sebagai seorang pahlawan besar yang telah berhasil membunuh Umar. Jadi ini seperti balas dendam.

Orang Persia terbagi tiga: masuk Islam secara benar, menolak Islam dan ragu-ragu. Yang ragu-ragu inilah yang berpenampilan seperti Islam, tapi menghancurkan Islam dari dalam.

Ada campur tangan pihak lain?

Sebagian ulama mengatakan bahwa ini tidak lain adalah grand strategi Yahudi. Kalau Kristen mereka tanam Paulus. Kalau dalam Islam ditanam Abdullah bin Saba, Yahudi juga. Meskipun orang-orang Syiah menepisnya, karena dianggap tokoh fiktif. Tapi dalam riwayat-riwayat Syiah, itu menunjukkan tokoh nyata. Ada enam riwayat yang menunjukan bahwa Abdullah bin Saba ini sebagai pendiri.

Kembali ke mantan ulama Syiah. Apa lagi yang dijelaskan dalam kitab mereka?

Banyak, rukun iman dan rukun Islamnya sudah berbeda dengan kita. Jalaluddin Rakhmat menyebutkan dalam buku yang disebarkan oleh IJABI, bahwa rukun iman dan Islam yang diyakini Ahlus Sunnah itu formulasi ulama. Itu bohong! Rukun Iman dan Islam kita berasal dari Imam Ahlul Bait, yakni Rasulullah SAW.

Sedangkan rukun Iman Syiah: At-Tauhid, Al-Adl, An-Nubuwah, Al-Imamah, Al-Ma’ad. Kalau kita tanyakan dalil Qur’an dan Haditsnya akan kalang kabut mereka, karena memang itu bukan dari al-Qur’an dan Sunnah.

Saya protes keras kepada Quraish Shihab. Beliau begitu semangatnya merangkul Syiah dan memberikan justifikasi kepada Syiah untuk berkembang di Indonesia. Padahal, kita tahu kalau perkembangan Syiah dibiarkan di Indonesia, korbannya tidak hanya Ahlus Sunnah. Ke depan akan menjadi ancaman dari segi kekerasan, sebagaimana terjadi di Yaman.

Kalau di Yaman polanya sama dengan di Indonesia, berapa lama lagi mereka lebih berani menampakkan diri?

Saya baca sebuah laporan di Tabloid Intelijen, ternyata pemuda-pemuda Syiah sudah melakukan pelatihan semi militer di daerah Puncak. Di banyak tempat mereka juga mulai melakukan pengancaman kepada saya. Ini menunjukan sudah adanya gerakan kekerasan.

Kalau ditanyakan berapa lama lagi mereka mampu menggalang kekuatan, kalau dibiarkan seperti sekarang, mungkin 5-10 tahun lagi sudah bisa dilihat perkembangan yang mereka siapkan. 

Apalagi mereka juga sudah bisa menggunakan tempat-tempat militer. Juni 2011, deklarasi ABI diadakan di Markas AL di Cilandak. Jadi sepertinya ada perlindungan dari institusi tersebut. Kemarin (6/12/2011 -red), mereka melakukan acara di Ardhya Garini, Halim, sebuah komplek AU. Mungkin juga mereka nyewa, tapi itu tidak mungkin tanpa ada dukungan dari orang-orang sekitar.

Seperti apa pola perekrutan anggota Syiah?

Mereka ini menggunakan doktrin. Bisa melalui pendidikan, baik dalam bentuk sekolah Islam seperti Lazuardi dan Muthahari, pesantren, perguruan tinggi, sampai pada pendidikan kader ulama. Khusus yang terakhir, jika selama ini ada di Iraq, Libanon, dan Syria, sekarang sudah ada di Indonesia. Tempatnya di Bangil, Jawa Timur.

Ada juga melalui pengajian-pengajian di Jakarta yang anggotanya sampai ratusan. Juga, mereka melakukan perekrutan melalui pendekatan personal. Bahkan hampir di semua partai ada anggota Syiah. Mereka juga gencar melalui media, buku, atau selebaran-selebaran. Mereka juga aktif di internet.

Seperti apa pendekatan personal yang Anda maksud?

Melalui silahturahim dan persaudaraan. Mereka menggunakan bahasa ilmiah dan masuk melalui filsafat dan tasawuf. Tasawuf ini sangat kuat sekali kaitannya dengan Syiah. Makanya Jalaluddin Rakhmat itu menggunakan tasawuf ke mana-mana.

Ada juga rekrutmen untuk berangkat umrah dan haji. Cara ini sekarang lagi gencar sekali, pelaksanaan umrah ke Iran dan Iraq. Yang juga patut dikhawatirkan adalah hubungan Indonesia-Iran yang semakin mesra.

Di Indonesia, apa yang harus dilakukan untuk menghadang gerakan ini?

Ada beberapa langkah, pertama, kita harus melakukan pembentengan terhadap umat Islam Ahlus Sunnah dengan pemahaman yang benar supaya tidak diracuni oleh pemahaman yang rusak. Misi ini bisa lewat ceramah, pendidikan, kajian, dan lain-lain.

Kedua, memperkenalkan umat Islam terhadap penyimpangan ajaran Syiah, sebagai suatu upaya menangkal dan waspada terhadap ajaran Syiah yang bersumber dari kitab mereka dan mantan ulama Syiah.

Ketiga, melakukan penangkalan secara langsung, di mana ada basis Syiah, di situ umat Islam harus bergerak menangkal. Tidak dengan cara kekerasan atau anarkis. Tapi dengan cara sopan, ilmiah, dan bil makruf.

Keempat, perdebatan dalam forum tertutup, terutama di kalangan ulama yang mengungkapkan rahasia mereka, karena mereka ini sudah memenuhi kriteria 7 poin dari 10 poin yang terkategori aliran sesat.

Tapi MUI sendiri belum mengeluarkan fatwa?

Belum. Di dalam MUI sendiri, masih ada ulama yang membela Syiah. Di antaranya Umar Shihab dan Quraish Shihab. Waktu saya dialog dengan IJABI, Umar Shihab mengeluarkan pernyataan bahwa Syiah itu bagian dari Islam, mazhab yang sah dan tidak masalah. Dia bilang pernyataannya bukan atas nama MUI, tapi dikasih stempel MUI. Tidak ada kop, tapi ada stempel.

Sejauh mana kita melakukan penangkalan?

Ini yang kita sayangkan, kita umat Islam lebih banyak reaktif, tidak terorganisir, dan kurang berkesinambungan. Kita berharap tokoh-tokoh umat Islam ini bergerak bersama untuk menangkal bahaya laten yang akan dimunculkan kalangan Syiah.

Satu hal yang sering dijadikan tudingan bahwa orang yang menolak Syiah adalah Wahabi?

Memang dari munculnya istilah Wahabi-Salafi, ada dua pihak yang diuntungkan; intelijen (BNPT) dan Syiah. 

Yang dirugikan umat Islam, sebab kita diadu domba. Ini bagian dari upaya mengaduk-aduk umat Islam. 

Seharusnya Ketua Umum PBNU (KH Said Aqil Siradj-red) itu lebih arif, tidak menimbulkan masalah baru dalam tubuh umat Islam. Jangan malah menebar isu dan fitnah.

* SUARA HIDAYATULLAH JANUARI 2012